Translate

Sunday, 5 January 2014

SuperMOM, Inspirasiku


Sudah lama ga ngisi Cerita di My Story... Kali ini aku ingin menceritakan sediki tentang My MOM


Ini dia... Ibu yang mengandung kurang-lebih 8 bulan dan kemudian  melahirkan seorang anak cewek yang cantik jelita... yaitu aku... hehehe... Kali ini aku ingin bercerita tentang IBU ku yang Super deh menurut aku, ya iyalah secara aku anaknya. Kalian yang penasaran yuk baca selanjutnya...dan kalian bisa menilai sendiri, apakah mami aku ini bener-bener super?!


Corry K. Kalangie (15/08’63) itulah nama mamiku... lahir di kota Manado, Sulawesi Utara. Dibesarkan dari keluarga petani. Aku bangga lho...punya Opa & Oma petani. Tapi... semapat miris kalo dengerin mami cerita tentang masa kecilnya, kenapa tidak. Saat itu Opa & Oma ku belum memikirkan pendidikan itu penting. So... beberapa kakak dari mami ak menikah muda. Sedangkan mami aku sangat cinta dengan pendidikan.


Tak jarang, sebelum atau pun sesudah pulang sekolah, mami ku harus membantu Opa di Ladang. Jangan pikir jarak rumah dan ladang dekat ya... jauh lho...nglewati beberapa desa baru deh sampai di ladang. Setelah membantu di ladang kalau mau pulang kerumah, bukan dengan tangan kosong, kadang membawa kayu, untuk bahan bakar memasak. Waktu itu yang namanya motor apalagi mobil masih jarang banget lho... so, semua di lakukan dengan jalan kaki.


Sebenernya, kalau mau di bilang Opa & Oma aku itu orang berduit lho... tapi untuk urusan pendidikan... kurang banget, padahal anak-anak beliau,suka banget ingin sekolah tinggi,termasuk mami aku. Berbagai cara mami lakukan untuk bertahan di persekolahannya. Tapi apa daya, dukungan tak di dapat dari kedua orang tua. Aku ingat jelas kata Opa & Oma, saat berkata ke mami aku, “Kalau sudah bisa baca, sudah cukuplah!! Tidak akan kamu di bodohi orang”. Kata ini yang mami pernah ceritakan kepadaku di saat mami ku ingin melanjutkan sekolahnya.


SMP (Sekolah Menengah Pertama) hanya sampai sebatas ini mami aku bertahan, untuk bersekolah. Makanya, Dia bangga kepada Aku juga Ade ku, karena kami bisa melanjutkan sekolah... terus hingga lulus dari yang namanya SMP dan selanjutnya... Sempat sedih si kalo denger cerita dari mami. Kenapa gak? Aku yang sekarang justru gambang banget buat bersekolah, eh... malah terkadang di sekolah atau di kelas, hanya main-main saja. Jadi sedih sendiri gitu...


Kegagalan... Kecewa... Putus Asa... aku rasa itu yang saat itu mami aku rasakan. Hingga dia sempat salah bergaul. Mami aku tu orang baik-baik lho... dari keluarga yang baik pula. Namun karena kekecewaannya terhadap orang tua, yang tidak mau menyekolahkan, padahal... orang tua terbilang mamupu. Membuat mami aku jatuh... kepergaulan bebas, salah satunya merokok. Padahal di jaman itu jarang lho wanita merokok.


God is God, kenapa? Tuhan tak membiarkan mami aku lebih jauh lagi jatuh lebih dalam ke yang namanya dosa. Di umur mami aku yang baru menginjak usia 16th, memutuskan akan melanjutkan sekolah yaitu sekolah alkitab, ada sponsornya gitu. Jadi Opa & Oma tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun untuk mami aku melanjutkan sekolah. Disaat memutuskan untuk sekolah alkitab tentu mami aku sudah meninggalkan kehidupan gelap sebelumnya dia jalani. Kata Mami aku, yang paling berat adalah meninggalkan kebiasaan merokok... tapi berkat niat yang kuat, semua dapat di lewati dengan gampang.


Selesai sekolah alkitab, mami aku di utus pelayanan ke Pulau Jawa. Bakalan jadi anak rantauan gitu... Mana ga tau sama sekali tentang yang namanya jawa, itu yang terlintas di pikiran mami aku waktu itu, hanya tahu jawa = jakarta. Saat itu mami aku naik kapal laut, dari Manado dan turun di Surabaya, padahal mami aku di utusnya ke Cirebon... jadi rutenya Manado-Surabaya-Cirebon. Pikir mami ku dulu, Surabaya-Cirebon dekat, ternyata... lumayan bikin badan pegel.


Setelah beberapa lama di pulau jawa, akhirnya di tempatkan juga di Pekalongan, Jateng. Tapi oleh Pendeta setempat, mami aku di kasih pilihan, akan melayani Doro,yang sudah ada jemaatnya. Atau yang ada di Limpung-Batang yang masih beberapa orang saja. Akhirnya mami aku memilih desa kecil bernama Limpung. Dengan setia mami aku gembalakan... walau hanya 1 atau 2 orang saja.

Kesetiaan mami aku di Desa Limpung ini, dapat mempertemukan mami dengan pasangan hidupnya, yaitu papi ku (Tommy Pangaila / th65). Cukup romantis aku rasa, cara papi aku nembak mamiku. Kenapa tidak... dengan usia papi ku yang lebih muda, dengan beraninya, papi berkata dengan mami, kurang lebih begini “maukah kamu (mami) menjadi pendamping hidup ku (papi)? Aku (papi) ngomong begini bukan mau mengajak kamu pacar-pacaran, tapi... ayo kita langsung nikah saja”. Wow... banget deh aku rasa, hahaha... tentu mami aku tak langsung jawab. Tapi berdoa dulu kepada Tuhan. Karena masalah pasangan hidup bukan main-main, sekali seumur hidup.


Akhirnya... Di akhir cerita bahagia...Merintis bersama-sama di desa Limpung, hingga sekarang. Di berikan suami yang baik hatinya. Dan memiliki anak Permpuan & Laki-laki. Aku rasa hidup mami aku sudah amat bahagia sekarang ini. Mengingat usaha yang dia lakukan dari masih kecil hingga sekarang amatlah berat.


Dari Cerita SuperMOM ini aku ingin menyampaikan,

"KEGAGALAN TAK SELAMANYA AKAN MENEMPEL PADA KEHIDUPAN KITA, JIKA KITA MAU BERUBAH MENINGGALKAN CARA YANG LAMA DAN MENJADIKAN PENGALAMAN HIDUP, TANPA HARUS MELUPAKAN."


Kenapa begitu? Bila kita melupakan kegagalan itu, takutnya kita bakalan balik ke yang namanya kegagalan tersebut. Karena sifat kebanyakan manusia adalah lupa... So, boleh lah kita ingat,bagaimana dulu kita bisa gagal. Sehingga kita bisa berjaga-jaga, agar tidak masuk ke lubang yang sama.


Kejarlah Mimpimu... Jika Mimpimu tak tersampaikan... Cari dan kejar kembali mimpi yang baru!!! Intinya, Jangan Menyerah!!

No comments:

Post a Comment