Sudah lama ga ngisi Cerita di My Story... Kali ini aku ingin menceritakan sediki tentang My MOM
Ini dia... Ibu yang mengandung kurang-lebih 8 bulan dan
kemudian melahirkan seorang anak cewek
yang cantik jelita... yaitu aku... hehehe... Kali ini aku ingin bercerita
tentang IBU ku yang Super deh menurut aku, ya iyalah secara aku anaknya. Kalian
yang penasaran yuk baca selanjutnya...dan kalian bisa menilai sendiri, apakah
mami aku ini bener-bener super?!

Corry K. Kalangie (15/08’63) itulah nama mamiku... lahir di
kota Manado, Sulawesi Utara. Dibesarkan dari keluarga petani. Aku bangga
lho...punya Opa & Oma petani. Tapi... semapat miris kalo dengerin mami
cerita tentang masa kecilnya, kenapa tidak. Saat itu Opa & Oma ku belum
memikirkan pendidikan itu penting. So... beberapa kakak dari mami ak menikah
muda. Sedangkan mami aku sangat cinta dengan pendidikan.
Tak jarang, sebelum atau pun sesudah pulang sekolah, mami ku
harus membantu Opa di Ladang. Jangan pikir jarak rumah dan ladang dekat ya...
jauh lho...nglewati beberapa desa baru deh sampai di ladang. Setelah membantu
di ladang kalau mau pulang kerumah, bukan dengan tangan kosong, kadang membawa
kayu, untuk bahan bakar memasak. Waktu itu yang namanya motor apalagi mobil
masih jarang banget lho... so, semua di lakukan dengan jalan kaki.
Sebenernya, kalau mau di bilang Opa & Oma aku itu orang
berduit lho... tapi untuk urusan pendidikan... kurang banget, padahal anak-anak
beliau,suka banget ingin sekolah tinggi,termasuk mami aku. Berbagai cara mami
lakukan untuk bertahan di persekolahannya. Tapi apa daya, dukungan tak di dapat
dari kedua orang tua. Aku ingat jelas kata Opa & Oma, saat berkata ke mami
aku, “Kalau sudah bisa baca, sudah cukuplah!! Tidak akan kamu di bodohi orang”.
Kata ini yang mami pernah ceritakan kepadaku di saat mami ku ingin melanjutkan
sekolahnya.
SMP (Sekolah Menengah Pertama) hanya sampai sebatas ini mami
aku bertahan, untuk bersekolah. Makanya, Dia bangga kepada Aku juga Ade ku,
karena kami bisa melanjutkan sekolah... terus hingga lulus dari yang namanya
SMP dan selanjutnya... Sempat sedih si kalo denger cerita dari mami. Kenapa
gak? Aku yang sekarang justru gambang banget buat bersekolah, eh... malah
terkadang di sekolah atau di kelas, hanya main-main saja. Jadi sedih sendiri
gitu...
Kegagalan... Kecewa... Putus Asa... aku rasa itu yang saat
itu mami aku rasakan. Hingga dia sempat salah bergaul. Mami aku tu orang
baik-baik lho... dari keluarga yang baik pula. Namun karena kekecewaannya
terhadap orang tua, yang tidak mau menyekolahkan, padahal... orang tua
terbilang mamupu. Membuat mami aku jatuh... kepergaulan bebas, salah satunya
merokok. Padahal di jaman itu jarang lho wanita merokok.
God is God, kenapa? Tuhan tak membiarkan mami aku lebih jauh
lagi jatuh lebih dalam ke yang namanya dosa. Di umur mami aku yang baru
menginjak usia 16th, memutuskan akan melanjutkan sekolah yaitu sekolah alkitab,
ada sponsornya gitu. Jadi Opa & Oma tidak perlu mengeluarkan uang
sepeserpun untuk mami aku melanjutkan sekolah. Disaat memutuskan untuk sekolah
alkitab tentu mami aku sudah meninggalkan kehidupan gelap sebelumnya dia
jalani. Kata Mami aku, yang paling berat adalah meninggalkan kebiasaan
merokok... tapi berkat niat yang kuat, semua dapat di lewati dengan gampang.
Selesai sekolah alkitab, mami aku di utus pelayanan ke Pulau
Jawa. Bakalan jadi anak rantauan gitu... Mana ga tau sama sekali tentang yang
namanya jawa, itu yang terlintas di pikiran mami aku waktu itu, hanya tahu jawa
= jakarta. Saat itu mami aku naik kapal laut, dari Manado dan turun di
Surabaya, padahal mami aku di utusnya ke Cirebon... jadi rutenya
Manado-Surabaya-Cirebon. Pikir mami ku dulu, Surabaya-Cirebon dekat,
ternyata... lumayan bikin badan pegel.
Setelah beberapa lama di pulau jawa, akhirnya di tempatkan
juga di Pekalongan, Jateng. Tapi oleh Pendeta setempat, mami aku di kasih
pilihan, akan melayani Doro,yang sudah ada jemaatnya. Atau yang ada di
Limpung-Batang yang masih beberapa orang saja. Akhirnya mami aku memilih desa
kecil bernama Limpung. Dengan setia mami aku gembalakan... walau hanya 1 atau 2
orang saja.
Kesetiaan mami aku di Desa Limpung ini, dapat mempertemukan mami
dengan pasangan hidupnya, yaitu papi ku (Tommy Pangaila / th65). Cukup romantis
aku rasa, cara papi aku nembak mamiku. Kenapa tidak... dengan usia papi ku yang
lebih muda, dengan beraninya, papi berkata dengan mami, kurang lebih begini “maukah
kamu (mami) menjadi pendamping hidup ku (papi)? Aku (papi) ngomong begini bukan
mau mengajak kamu pacar-pacaran, tapi... ayo kita langsung nikah saja”. Wow...
banget deh aku rasa, hahaha... tentu mami aku tak langsung jawab. Tapi berdoa
dulu kepada Tuhan. Karena masalah pasangan hidup bukan main-main, sekali seumur
hidup.
Akhirnya... Di akhir cerita bahagia...Merintis bersama-sama
di desa Limpung, hingga sekarang. Di berikan suami yang baik hatinya. Dan memiliki
anak Permpuan & Laki-laki. Aku rasa hidup mami aku sudah amat bahagia
sekarang ini. Mengingat usaha yang dia lakukan dari masih kecil hingga sekarang
amatlah berat.
Dari Cerita SuperMOM ini aku ingin menyampaikan,
"KEGAGALAN TAK
SELAMANYA AKAN MENEMPEL PADA KEHIDUPAN KITA, JIKA KITA MAU BERUBAH MENINGGALKAN
CARA YANG LAMA DAN MENJADIKAN PENGALAMAN HIDUP, TANPA HARUS MELUPAKAN."
Kenapa begitu? Bila kita melupakan kegagalan itu, takutnya
kita bakalan balik ke yang namanya kegagalan tersebut. Karena sifat kebanyakan
manusia adalah lupa... So, boleh lah kita ingat,bagaimana dulu kita bisa gagal.
Sehingga kita bisa berjaga-jaga, agar tidak masuk ke lubang yang sama.
Kejarlah Mimpimu... Jika Mimpimu tak tersampaikan... Cari
dan kejar kembali mimpi yang baru!!! Intinya, Jangan Menyerah!!
No comments:
Post a Comment